by

Hasil Hitung Cepat (Quick Count) Jokowi- Ma’ruf Amin unggul di 21 Provinsi

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia telah selesai melakukan hitung cepat atau quick count perolehan suara untuk Pilihan Presiden 2019 dari 34 provinsi di Indonesia. Dari hasil hitung cepat 99,9 persen suara yang telah berhasil dikumpulkan, paslon kubu 02  Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh suara unggul hanya di 13 provinsi, sementara paslon kubu 01,  Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin unggul di 21 provinsi.

Tim Kampanye Nasional (TKN) pada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengklaim kemenangan Jokowi-Ma’ruf. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Moeldoko, mengatakan, klaim kemenangan ini dilakukan mengacu pada hasil hitung cepat (quick count) di sejumlah lembaga. “Dasarnya yaitu hasil quick count yang dilakukan oleh 12 lembaga quick count yang sangat kredibel itu. Dasarnya hasil quick count yang sangat kredibel selama ini memiliki tradisi keilmuan yang teruji dan sudah banyak terbukti dari beberapa tahun belakangan ini,” kata Moeldoko dalam konferensi pers di Rumah Cemara 19, Jakarta, Jumat (19/4/2019) malam

hasil hitung cepat

.Menurut Moeldoko, pernyataan TKN ini sebagai bentuk apresiasi kepada publik yang sudah memilih Jokowi-Ma’ruf. Oleh sebab itu, TKN perlu memberikan keyakinan kepada pemilih Jokowi-Ma’ruf. “Untuk itu TKN malam ini akan membuat sebuah pernyataan, itu kira-kira urgensinya. Ya (Jokowi-Ma’ruf) sebagai calon tidak boleh (menyatakan klaim kemenangan), tapi kami adalah sebuah organisasi yang dibentuk untuk memenangkan. Hak kami untuk mengumumkan,” kata Moeldoko. Meski demikian, kata Moeldoko, TKN menghormati dan akan mengikuti prosedur rekapitulasi suara resmi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal senada juga disampaikan Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir. Ia menilai, selama ini hasil hitung cepat tak jauh berbeda dengan hasil resmi KPU. “Ini kan adalah sebuah fakta ya, kalau kita belajar dari kemarin pemilihan Gubernur DKI Jakarta ketika pada waktu itu quick count juga diakui sebagai salah satu dasar dan selebrasi langsung dilakukan. Nah, yang aneh itu kan ketika pada saat sekarang quick count dipertanyakan, sebelumnya diakui. Menurut saya kita harus terbuka mata dan hati kita,” kata Moeldoko. “Hari ini kami bukan jumawa, karena apa yang dilihat dari hasil quick count itu adalah nyata dan sudah dilakukan sebelum-sebelumnya,” lanjut Erick.


Hasil  quick count  atau hitung cepat lembaga survei Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 sudah dimulai. Kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden saling berkejaran.

Posisi pasangan nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terlampau tidak begitu jauh.

Namun sebelum  quick count  atau hitung cepat, lembaga-lembaga survei juga sudah mengeluarkan prediksi hasil perolehan suara kedua pasangan calon.

Salah satunya adalah Poltracking Indonesia. Survei yang dilakukan pada 1-8 April 2019, menghasilkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dan Ma’ruf Amin unggul dengan suara 54,5 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh suara 45,5 persen.

Saat ini, ketika suara sudah masuk 68,10 persen, pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin: 55.24 Persen dan nomor Urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno: 44.76 Persen.

Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat elektabilitas pada pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin unggul dari pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjelang hari pencoblosan. Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 56,8 persen, dan Prabowo-Sandiaga 37 persen.

“Seandainya Pilpres dilaksanakan sekarang yang dipilih sebagai presiden, Jokowi-Amin 56,8 persen, lalu Prabowo-Sandi 37 persen, yang tidak tahu atau rahasia 6,3 persen,” ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani saat rilis survei di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 12 April 2019.

Sedangkan berdasarkan hasil quick count SMRC pada pukul 15.59 WIB, total suara masuk 64,35 persen, dengan rincian sebagai berikut:

Nomor Urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin: 54,91 Persen

Nomor Urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno: 45,09 Persen

Dengan begitu, selisih perolehan sementara hasil quick count atau hitung cepat Jokowi-Ma’ruf 1,89 persen dan Prabowo-Sandiaga Uno mencapai 8,09 persen.

Perolehan suara sementara Prabowo-Sandiaga Uno antara prediksi hasil survei terakhir dengan quick count cukup jauh.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed